Membangun Identitas Nasional Melalui Sila Ketiga Pancasila di Era Globalisasi
Keywords:
Pancasila; Unity of Indonesia; HAM; Papua; National IdentityAbstract
Era globalisasi menghadirkan tantangan kompleks terhadap identitas nasional Indonesia, terutama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Penelitian ini fokus mengeksplorasi implementasi nilai-nilai Sila Ketiga Pancasila, khususnya "Persatuan Indonesia", dalam mengatasi permasalahan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Papua. Tujuan penelitian adalah menganalisis bagaimana nilai-nilai persatuan dapat diterapkan untuk memperkuat identitas nasional di tengah tantangan globalisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur. Data dikumpulkan melalui artikel jurnal, laporan penelitian, dan dokumen resmi terkait. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi tema-tema utama dan pola yang muncul berkaitan dengan implementasi nilai-nilai persatuan dan permasalahan HAM di Papua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah seperti diskriminasi, kesenjangan pembangunan, dan pelanggaran HAM di Papua mengancam persatuan bangsa. Kasus PT. Freeport dan perlakuan terhadap masyarakat Papua mengungkapkan ketidakadilan yang memicu potensi konflik. Penelitian mengusulkan beberapa strategi, antara lain peningkatan peranan lembaga HAM, pembentukan kebijakan perlindungan aktivis HAM, dan mewajibkan komposisi pejabat lokal yang berasal dari masyarakat Papua. Kesimpulan penelitian menekankan pentingnya menerapkan nilai-nilai Pancasila, khususnya Sila Ketiga, dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Pendekatan yang inklusif, adil, dan menghormati keberagaman dipandang sebagai kunci untuk menghadapi tantangan globalisasi dan membangun identitas nasional yang kokoh.








